Usability Testing

Usability Testing

   A.     Fokus pada pengguna, bukan pada produk
Ketika fokus kita tertuju bukan pada produk melainkan pada pengguna, kita akan tahu sebaik mungkin apa yang sedang terjadi dan tidak terjadi  pada pengguna, apa yang menyenangkan, apa yang membingungkan, dan apa yang membuat mereka frustasi.

Usability testing memungkinkan  pengguna menggunakan produk kita untuk memperlihatkan hal-hal yang ingin mereka lakukan, yang selaras dengan tujuan mereka pada kehidupan nyata sehari-hari. Pada kondisi testing, kita akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh tanggapan-tanggapan mereka,  untuk mengamati bahasa tubuh mereka (dalam beberapa situasi), untuk mengetahui keinginan mereka, dan untuk mempelajari sebaik apa produk kita memenuhi tujuan mereka. Kalimat ajaib dari usability testing adalah “Kami mengetest produk, bukan Anda.” Beberapa orang memulai testing menggunakan kalimat tersebut. Bahkan jika kita tidak mengucapkan kalimat tersebut kepada partisipan, penting untuk mengetahui bahwa ini merupakan fokus dari testing.


   B.      Mulai dari beberapa definisi penting
Untuk menyederhanakan pembahasan mengenai  user experience, kita membutuhkan beberapa definisi umum untuk kata-kata penting yang akan kita gunakan. Hal ini termasuk :
·         Usability
·         Usability testing
·         Macam dari testing
o   Formative
o   Summative
Mendefinisikan Usability
Definisi yang paling terkenal mengenai usability adalah definisi dari ISO, International Organization for Standarization (9241-11) : “Tingkat daya guna dari suatu produk yang digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif, efisien dan memberi kepuasan dalam konteks penggunaan tertentu.”

Meskipun definisi tersebut sedikit terasa formal, seperti perkiraan kita tentang sesuatu yang sudah menjadi standar, penulis menyukai definisi tersebut karena telah mencakup 3 elemen yang penting dari
o   Pengguna tertentu – tidak hanya semua pengguna, tetapi pengguna spesifik sesuai produk yang telah didesain.
o   Tujuan tertentu – pengguna tertentu tadi harus membagikan tujuan mereka ke produk, berarti tujuan produk menggambarkan tujuan pengguna.
o   Konteks penggunaan tertentu – produk telah didesain untuk bekerja di lingkungan tertentu dimana pengguna akan membutuhkan produk tersebut.
Penulis juga menyukai definisi tersebut karena berfokus pada ukuran penting dari usability yaitu :
o   Efektif
o   Efisien
o   Memberi kepuasan

Efektif dan efisien mendukung kebutuhan pengguna agar mencapai sebuah tujuan menggunakan produk tersebut secara tepat dan cepat. Seringkali, hal ini juga berarti bahwa produk dapat mendukung pengguna lebih baik daripada yang bisa dilakukan pengguna sendiri. Hal ini merupakan nilai tambah untuk usability. Apabila produk tidak dapat memberi nilai tambah pada apa yang sedang pengguna kerjakan, maka pengguna tidak akan menggunakan produk tersebut. Misalnya, apabila pengguna merasa bahwa fitur pembayaran online yang ditawarkan oleh bank tidak berupaya cukup baik untuk mulai dibuka dan digunakan, maka pengguna akan terus menggunakan cek, menempelkan perangko pada amplop dan mengirimkan surat tersebut ke alamat pembayarannya. Penolakan pengguna terhadap produk baru tersebut dapat dikarenakan ketidakadanya keefisienan, bahkan jika hal tersebut terbukti efektif.

Diluar dari efektif dan efisien, bagaimanapun juga, salah satu yang menjadi ukuran penting adalah kepuasan. Meskipun ukuran efektif dan efisien ditentukan (sampai taraf tertentu) oleh persepsi pengguna mengenai kualitas produk, tidak disangkal bahwa ukuran dari kepuasan diperoleh secara keseluruhan dari persepsi pengguna mengenai kepuasan. Apakah pengguna telah puas dengan tampilan informasi pada halaman atau layar? Apakah pengguna menyukai desainnya? Apakah keseluruhan memberi kesan yang baik? Apabila pengguna berpikir bahwa jawaban dari semua pertanyaan tersebut adalah “ya,” ketertarikan mereka untuk menggunakan produk tersebut akan sering muncul dan mempengaruhi keefektifan dan keefisienan. Mengapa demikian? Karena kepuasan = sesuatu yang diinginkan. Dan faktor yang sering membuat sesuatu itu menjadi “diinginkan’’ adalah jaringan elusive brass yang pengembang (khususnya bagian pemasaran) cari pada produk-produk baru.

Kepuasan jelas penting ketika standar ISO dikembangkan, tetapi akhir-akhir ini akan menjadi lebih penting – beberapa orang berpendapat bahwa ukuran ini menjadi yang terpenting dalam usability. Hal itu dikarenakan pengguna mengharapkan produk yang dapat digunakan. Pemenuhan ekspektasi kepuasan pengguna  dapat menentukan apakah pengguna akan menentang, menolak atau bahkan menolak keras menggunakan produk.

Apabila definisi ISO terasa terlalu formal untuk kita, ada definisi lain dari Whitney Quesenbery. Quesenbery adalah seorang konsultan usability yang cukup dikenal, menyaring definisi usability menjadi dimensi usability yang mudah untuk diingat, disingkat menjadi 5Es :

Dimensi
Definisi
Effective
Sebenar dan seakurat apa mencapai tujuan atau tugas.
Efficient
Secepat apa menyelesaikan tugas.
Engaging
Sebaik apa interface menarik pengguna untuk berinteraksi dan seberapa menyenangkan dan memuaskannya proses tersebut.
Error Tolerant
Sebaik apa produk mencegah error dan membantu pengguna recover dari kesalahan yang mungkin terjadi.
Easy to learn
Sebaik apa produk mendukung orientasi pemula dan profesional selama pemakaian.

                Peter Morville, seorang arsitek informasi yang terkenal dan asisten penulis dari buku “polar bear,” menggabungkan beberapa konsep usability dalam bentuk visual, yang dinamakan user experience honeycomb (Gambar 1.1). Gambar ini pada aslinya dimaksudkan untuk menjelaskan kualitas dari user experience yang harus dicantumkan desainer web, tetapi dapat memperlihatkan dengan mudah experience yang seharusnya semua desainer produk cantumkan

Gambar 1.1 Segi-segi dari user experience diperkenalkan sebagai user experience honeycomb.



Mendefinisikan Usability Testing
                Ketika penulis merujuk pada usability testing, itu berarti aktivitas yang berfokus pada pengamatan ketika pengguna menggunakan sebuah produk, menunjukkan pekerjaan-pekerjaan yang nyata dan berarti.
                Meskipun pendekatannya sudah banyak yang berubah kita tetap perlu melakukan usability testing, bahkan jika ada kemungkinan tidak adanya pengamatan terhadap pengguna ketika melakukan kasus testing yang terpencil dan tidak wajar, pada dasarnya definisi inti tidak dapat berubah. Perkembangan teknologi, termasuk akses ke pengguna dimana saja dan kapan saja, diikuti oleh perkembangan jangkauan testing (dari studi yang terbesar ke studi yang terkecil) mengandung arti bahwa definisi usability testing perlu untuk dilonggarkan mencakup metode-metode dan praktek-praktek yang mendukung testing pada berbagai lingkungan dan pada berbagai kondisi. Seperti yang akan kita baca dalam buku ini, definisi sederhana yang digunakan penulis dapat mewujudkan pelonggaran tersebut.  
                Penggunaan definisi ini untuk semua usability testing, dapat membawa kita untuk melihat pembagian testing dalam dua tipe, tergantung pada maksud dan tujuan dari studi :
·         Formative Testing – ketika produk sedang dikembangkan, dengan tujuan mendiagnosa dan memperbaiki masalah; terutama pada studi kecil, terus berulang selama pengembangan.
·         Summative Testing – setelah produk selesai dikerjakan, dengan tujuan menetapkan sebuah dasar metrik atau memvalidasi produk yang memenuhi syarat; umumnya membutuhkan validasi statistik yang banyak.

Dengan semua definisi penting dalam pembahasan usability testing, sekarang kita dapat mengaplikasikannya.

She's Coded

2 Komentar

Feel free to leave comments below

  1. Contoh usability testing dengan studi kasus KAI Access:

    https://milhamj.wordpress.com/2016/01/23/usability-testing-kai-access/

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama