Kepribadian Muhammadiyah
Latar Belakang Masalah
Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan
Gerakan Islam. Maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma'ruf nahi Munkar
yang ditujukan kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat . Dakwah dan Amar
Ma'ruf nahi Munkar pada bidang pertama terbagi kepada dua golongan: Kepada yang
telah Islam bersifat pembaharuan (tajdid), yaitu mengembalikan kepada ajaran
Islam yang asli dan murni; dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat
seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Muhammadiyah didirikan oleh KH.
Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 di
Yogyakarta.
Setelah mengetahui apa itu Muhammadiyah dan pendirinya, selanjutnya makalah ini akan membahas mengenai kepribadian Muhammadiyah sebagai persyarikatan gerakan islam, dan mengkaji tentang gerakan didalam badan Muhammadiyah itu sendiri.
Setelah mengetahui apa itu Muhammadiyah dan pendirinya, selanjutnya makalah ini akan membahas mengenai kepribadian Muhammadiyah sebagai persyarikatan gerakan islam, dan mengkaji tentang gerakan didalam badan Muhammadiyah itu sendiri.
B.
Tujuan Penyusunan Makalah
1.
Apakah kepribadian muhammadiyah itu ?
2.
Apakah ruang lingkup ajaran muhammadiyah
itu ?
3.
Apakah kepribadian mehammadiyah dapat
diterapkan dilingkungan masyarakat
C.
Manfaat Penyusunan Makalah
1.
Mengetahui kepribadian muhammadiyah secara
terperinci
2.
Mengetahui ruang lingkup ajaran
muhammadiyah
3.
Mengetahui eksistensi kepribadian muhammadiyah
di kalangan masyarakat
D.
KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
1. Apakah muhammadiyah itu
Muhammadiyah adalah perserikatan yang
merupakan gerakan ISLAM, maksud gerkannya ialah dakwah islam dan amar ma’ruf
nahi mungkar yang ditunjukkan kepada dau bidang, perorangan dan masyarakat. dakwah dan amar
ma’ruf nahi mungkar pada biadang yang pertama terbagi kepada dua golongan :
1) kepada
yang telah islam besifat pembaharu ( tajdid ) yaitu mengembalikan kepada
ajaran-ajaran islam yang asli murni
2) kepada
yang belum islam bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama islam
Adapun
dakwah amar ma’ruf nahi mungkar yang kedua kepada masyarakat bersifat perbaikan
perbaikan bimbingan
dan peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan bersama dengan bermusyawah dengan
atas dasar taqwa dan menghatrap ridha Allah semata-mata Dengan melaksanakan dakwah ma’ruf nahi
mungkar dengan cara masing-masing yang
sesua Muhammadiyah menggerakan masyarakat menurut tujuannya ialah “
terwujutnysa masyarakat islam yang sebenar-benarnya “.
2. Dasar
amal usaha Muhammadiyah
Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju tujuan : terwujud
masyarakat islam yang sebenar-benarnya,
dimana kesejahteraan,
kebaikan , dan kebahagian luas merata, muhammadiyah mendasarkan segala gerak
dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam muqodimah anggaran
dasar, yaitu:
a.) Hidup
manusia harus bertauhid, ibadah dan taat kepada Allah
b.) Hidup
manusia bermasyarakat
c.) Mematuhi
ajaran-ajaran agama islam dengan keyakinan bahwa ajaran islam itu satu-satunya
landasan kepribadian dan ketertiban bersama untuk kebahagian dunia akhirat
d.) Menegakkan
dan menjujung tingggi agama islam dan
masyarakat adalah kewajiban sebagai ibada kepada Allah dan ikhsan kapada
manusia.
e.) Ittiba’
kapada langkah dan perjuanagn nabi Muhammad SAW
f.) Melancarkan
amal usaha dan perejuangan dengan ketertiban organisasi
3. Pedoman
dan amal usaha Muhammadiyah
Memiliki dasar dan perinsip tersebut
diatas, maka apapun yang diusahakan dan bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah untuk mencapai tujuan harus
berpedoman “berpegang teguh
pada
ajaran-ajaran Allah dan Rosulnya, bergerak membangun di segenap bidang dan
lapangan dengan menggunakan cara serta
menempuh jalan yang diridhai Allah
.
4. Sifat
Muhammadiyah
1. "Beramal
dan Berjuang Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan".
Dengan sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya, Muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa dipengaruhi perasaan aneh.
Dengan sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya, Muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa dipengaruhi perasaan aneh.
2. "Memperbanyak
Kawan dari Mengamalkan Ukhuwah lslamiyah"
Setiap warga Muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan da'inya, harus memegang teguh sifat ini. Dalam rangka untuk "Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah". Inilah, pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da'i Muhammadiyah memakai gaya "sejuk penuh senyum", bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian kesana kemari.
Di kalangan Muhammadiyah di Surakarta terkenal semboyan "Jiniwit Katut". Jiniwit artinya dijiwit (dicubit), tetapi justru lama-lama orang yang njiwit akan katut atau terpiat oleh Muhammadiyah yang selalu bertingkah simpatik kepada siapa pun. Dan tampaknya sifat inilah salah satu rahasia, mengapa Muhammadiyah terus berkembang makin mengakar dalam masyarakat
Setiap warga Muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan da'inya, harus memegang teguh sifat ini. Dalam rangka untuk "Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah". Inilah, pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da'i Muhammadiyah memakai gaya "sejuk penuh senyum", bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian kesana kemari.
Di kalangan Muhammadiyah di Surakarta terkenal semboyan "Jiniwit Katut". Jiniwit artinya dijiwit (dicubit), tetapi justru lama-lama orang yang njiwit akan katut atau terpiat oleh Muhammadiyah yang selalu bertingkah simpatik kepada siapa pun. Dan tampaknya sifat inilah salah satu rahasia, mengapa Muhammadiyah terus berkembang makin mengakar dalam masyarakat
3. "Lapang Dada, Luas Pandang dan Dengan
Memegang Teguh Ajaran Islam"
Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa adanya lapang dada, kehidupan akan goncang. Dan prinsip "Memperbanyak Kawan" tentu berubah menjadi "Memperbanyak Musuh". Namun bagaimana, pun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang harus tetap memegang teguh ajaran Islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap terkendali.
Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa adanya lapang dada, kehidupan akan goncang. Dan prinsip "Memperbanyak Kawan" tentu berubah menjadi "Memperbanyak Musuh". Namun bagaimana, pun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang harus tetap memegang teguh ajaran Islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap terkendali.
4. ."Bersifat
Keagamaan Dan Kemasyarakatan"
Sifat "Keagamaan dan kemasyarakatan" sudah merupakan sifat Muhammadiyh sejak lahir. Karena ini sifat yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa? Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah "lahan" bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.
Dua sifat ini, yakni keagamaan dan kemasyarakatan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Harus berjalin berkelindan. Karena itu, Muhammadiyah bukan gerakan sosial semata-mata, dan bukan juga gerakan keagamaan semata-mata. Muhammadiyah adalah gerakan kedua-duanya, ya keagamaan ya kemasyarakatan.
Tetapi Muhammadiyah juga bukan gerakan politik, sebab kalau gerakan politik, tercermin dalam berbagai amal usaha yang telah tertekuninya selama ini.
Sifat "Keagamaan dan kemasyarakatan" sudah merupakan sifat Muhammadiyh sejak lahir. Karena ini sifat yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa? Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah "lahan" bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.
Dua sifat ini, yakni keagamaan dan kemasyarakatan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Harus berjalin berkelindan. Karena itu, Muhammadiyah bukan gerakan sosial semata-mata, dan bukan juga gerakan keagamaan semata-mata. Muhammadiyah adalah gerakan kedua-duanya, ya keagamaan ya kemasyarakatan.
Tetapi Muhammadiyah juga bukan gerakan politik, sebab kalau gerakan politik, tercermin dalam berbagai amal usaha yang telah tertekuninya selama ini.
5. "Mengindahkan, segala Hukum,
Undang-undang Serta dan Falsafah Negara Yang Sah" Muhammadiyah sebagai satu
organisasi, mempunyai sejumlah anggota. Anggota ini adalah warga negara dari
suatu negara hukum. Hukum negara mempunyai kekuatan mengikat bagi segenap warga
negaranya. Ini adalah kenyataan. Karena itu, Muhammadiyah mengindahkan semua
itu.
6. "Amar
Maruf Nahi Munkar Dalam Segala Lapangan Serta Menjadi Contoh
Teladan Yang Baik"
Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma'ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemunkaran. Yang dimaksud kemunkaran ialah semua kejahatan yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma'ruf dan nahi munkar, tidak akan kebaikan dapat ditegakkan, dan tidak akan kejahatan dapat diberantas. Untuk itu, Muhammadiyah harus sanggup menjadi suri teladan dalam kegiatan ini, baik ke dalam tubuh sendiri ataupun ke luar, ke tengah-tengah masyarakat ramai, dengan penuh kebijaksanaan dan pendekatan yang simpatik.
Amar ma'ruf nahi munkar, bagaimanapun harus kita lakukan dengan cara yang baik, sebab kalau tidak begitu, adalah Machiavellisme namanya.
Teladan Yang Baik"
Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma'ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemunkaran. Yang dimaksud kemunkaran ialah semua kejahatan yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma'ruf dan nahi munkar, tidak akan kebaikan dapat ditegakkan, dan tidak akan kejahatan dapat diberantas. Untuk itu, Muhammadiyah harus sanggup menjadi suri teladan dalam kegiatan ini, baik ke dalam tubuh sendiri ataupun ke luar, ke tengah-tengah masyarakat ramai, dengan penuh kebijaksanaan dan pendekatan yang simpatik.
Amar ma'ruf nahi munkar, bagaimanapun harus kita lakukan dengan cara yang baik, sebab kalau tidak begitu, adalah Machiavellisme namanya.
7. "Aktif Dalam Perkembangan Masyarakat
Dengan Maksud !slab dan Pembangunan Sesuai Dengan Ajaran Islam"
Kapan pun dan dimana pun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan Muhammadiyah dalam perkembangan masyarakat, tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran.
8. "Kerjasama Dengan Golongan Lain Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela Kepentingannya"
Menyiarkan Islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga tugas semua umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.
Kapan pun dan dimana pun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan Muhammadiyah dalam perkembangan masyarakat, tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran.
8. "Kerjasama Dengan Golongan Lain Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela Kepentingannya"
Menyiarkan Islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga tugas semua umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.
8. "Membantu
Pemerintah Serta Kerjasama Dengan Golongan Lain Dalam Memelihara Negara dan
Membangunnya, Untuk Mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur Yang
Diridhai"
Negara Indonesia adalah memiliki semua warga negaranya, termasuk warga Muhammadiyah. Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsur pemilik negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah.
Muhammadiyah kemakmuran masyarakat ini, sebab kemakmuran mempersubur iman dan takwa, sedang kemelaratan mempersubur kriminalitas sosial dan kekufuran. Bukankah telah disabdakan oleh Nabi kita, "kada al-faqru ayyakuna kufran" (Kekafiran itu dapat menyebabkan kekufuran).
Negara Indonesia adalah memiliki semua warga negaranya, termasuk warga Muhammadiyah. Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsur pemilik negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah.
Muhammadiyah kemakmuran masyarakat ini, sebab kemakmuran mempersubur iman dan takwa, sedang kemelaratan mempersubur kriminalitas sosial dan kekufuran. Bukankah telah disabdakan oleh Nabi kita, "kada al-faqru ayyakuna kufran" (Kekafiran itu dapat menyebabkan kekufuran).
9. "Bersifat
Adil Serta Korektif Ke Dalam dan Keluar, Dengan Bijaksana"
Dengan sifat adil dan korektif, Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai diri sendiri. Jadi Muhammadiyah tidak tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan ke luar ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan bijaksana. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun ada pada orang atau golongan lain. Bukan sifat Muhammadiyah tetap bersikukuh membela suatu hal, padahal misalnya jelas-jelas yang dibelanya itu salah atau tidak baik. (Kamal Pasha dkk, 1971: 58-65).
Dengan sifat adil dan korektif, Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai diri sendiri. Jadi Muhammadiyah tidak tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan ke luar ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan bijaksana. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun ada pada orang atau golongan lain. Bukan sifat Muhammadiyah tetap bersikukuh membela suatu hal, padahal misalnya jelas-jelas yang dibelanya itu salah atau tidak baik. (Kamal Pasha dkk, 1971: 58-65).
E.
SEJARAH
DIRUMUSKANNYA KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH
Keperibadian Muhammadiyah ini timbul pada waktu Muhammadiyah
dipimpin oleh M.Yunus Anis, ialah pada periode 1959 – 1962.
Keperibadian Muhammadiyah ini semula
berasal dari uraian bapak K.H Fakih usman. Sewaktu beliau memberikan uraian
dalam suatu pelatihan yang diadakan oleh
PP Muhammadiyah di madrasah Mualimin muhammadiyah yogyakarta pada saat itu
almarhum K.H Fakih Usman menjelaskan bahasan yang berjudul “ apa Sih
Muhammaiyah itu”
Kemudian oleh PP dimusyawahkan bersama-sama dengan
PWM jatim ( H.M. Saleh ibrahim) PWM Jateng ( R. darsono) dan PWM Jabar adang
afandi) sesudsah itu disempurnkaan oleh satu tim yag diantara lain terdiri K.H.
Moh Wardan, Prof, K.H. Garid ma’ruf, Djirnawik Jhadi Ksumo dan Djindar Tamimy.
Kemudian turut membahas
pula prof. H. Kasman Singo Dimejo, S.H. disamping pemrakarsa sendiri K.H. fakih usman. Setelah rumusan itu
sudah
sempurna,
maka diketengahkan dalam sidang tanwir menjelang muktamar ke 35 di Jakarta (
muktamar setengah abad) disahkan setelah mengalami usul-usul penyempurnaan. Dengan demikian maka rumusan
kepribadian Muhammadiyah ini adalah merupakan hasil yang telah disempurnakan
dalam muktamar yang ke 35 pada tahun 1962, akhir kepemimpinan H.M. Yunus Anis
F.
APAKAH
KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH ITU
Sesungguhnya keperibadian Muhammadiyah itu merupakan ungkapan dari kepribadian yang
memang sudah ada
pada muhammadiyah sejak lama berdiri. Muhammadiyah
tidak buta politik, tidak takut politik, tapi muhammadiyah bukan organisasi
politik. Muhammadiyah tidak mencampuri urusan soal-soal politik tetapi apabila
soal soal politik itu masuk dalam muhammadiyah, ataupun soal soal politik mendesak-desak
urusan agama islam, maka Muhammadiyah akan bertindak menurut kemampuan, cara
dan irama Muhammadiyah sendiri.
Sejak partai politik islam mastyumi dibubarkan oleh
presiden soekarno, maka warga Muhammadiyah yang selama ini berjuang dalam medan
politik praktis, meraka masuk kembali dalam Muhammadiyah. Namun karena sudah
terbiasa dengan perjuangan cara politik , maka mereka dalam berjuang dan
beramal dalam Muhammadiyah pun masih membawa cara dan nada berpolitik secara
partai.
Dengan demikian perlu di pahami kepada warga Muhammadiyah
apakah Muhammadiyah itu sebenarnya dan bagai mana cara menbawa / menyebarluaskan. Menyebar luaskan faham Muhammadiyah
itu pada hakekatnya mentebarkan Islam yang sebenar-benarnya. Dan oleh karena
itu , cara menyebarkanya pun kita perlu mengikutii cara-cara Rusulluloh SAW. Menyebarkan
Islam pada masa pertumbuhannya.
G.
MEMAHAMI
KEPRIBAsDIAN MUHAMMADIYAH
Memahami
kepribadian Muhammadiyah berarti:
1. Memahami
apa sebenarnya Muhammadiyah
2. Kaena
Muhammadiyah ini sebagai Organisasi, sebagai Perserikatan yang berakidah islam
dan bersumber kepda alquran dan sunah. Maka perlu pula dipahami, islam yang
bagaimanakah yang hendak ditegakan dan dijunjung tinggi itu. Mengingat telah banyak
kekaburan-kekaburan dalam Islam di Indonesia ini . dan hal ini pula yang hendak
dipergunakan untuk mendasari atau menjiwai segala amal usaha Muhammadiyah sebagai
organisasi.
3. Kemudian
dengan sifat-sifat dan cara- cara yang kita contoh atau kitra ambil bagaimana
sejarah dakwah Rosululoh saw. Yang mula-mula dilaksanakan, itu pulalah yang
kita jadikan sifat gerak dakwah Muhammadiyah, dengan kita sesuaikan pada
keadaan dan kenyataan-kenyataan yang kita hadapi.
H.
KEPADA
SIAPA KEPERIBADIAN MUHAMMADIYAH INI KITA PIMPINKAN / BERIKAN
Seperti yang telah kita uraikan di atas, bahwa
keperibadian Muhamadiyah ini pada dasarnya adalah memberi pengertian dan
kesadaran kepada para warga kita . agar mereka itu mengetaui tugas kewajibannya. Mengetahui sandaran atau dasar-dasar beramal
usahanya. Juga mengetataui sifat-sifat atau bentuk / irama bagaimana
mereka bertindak / atau bersikap pada saat melaksanakan tugas kewawjibanya.
I.
CARA
MEMBERIKAN ATAU MENENTUKAN
Tidak ada cara lain dalam memberikan atau
menuntunkan keperibadian Muhammadiyah ini, kecuali harus dengan teori dan
praktek penanaman pengertian dan pelaksanaan :
1. Penandasan
atau pendalaman pengetahuan tentang
dakwah / mubaligh
2. Menggebirakan
dan memantabkan tugas berdakwah . tidak merasa rendah diri dalam menjalankn
dakwah. namun tidak memandang rendah kapada yang bertugas dalam lapangan
lainnya (politik, ekonomi, senibudaya dan olahraga, lain-lainya)
3. Kepada
mereka para warga hendaklah ditugaskan dengan tugas yang tentu-tentu , bukan
hanya dengan sukarela . bila perlu, dilakukan denga suatu ikatan misal dengan
perjanjian , dengan bai’at, dan lain-lain
4. Sesuai
dengan masa sekarang , perlu dilakukan dengan musyawarah yang sefatnya
mengevaluasi tugas-tugas itu.
5. Sesuai
dengan suasasna sekarang perlu pula dilakukan dengan formalitas yang menarik ,
yang tidak melanggar hukum-hukum agama dan juga dengan memberikan bantuan
logistik.
6. Pimpinan
cabang / ranting bersama-sama dengan anggotanya memusawarahkan sarana-sarana
yang dituju. Bahan-bahan yang perlu dibawakan dan membagi petugas-petugas
sesuai dengan kemampuan dan sasaran.
7. Pada
musyawarah yang melakukan evaluasi, sekaligus dapat ditambahkan bahan-bahan
atau bekal yang diperlukan, yang sakan dibagikan kepada para warga selaku
mubaligh / mubalighat.
J.
KESIMPULAN
Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan
Gerakan Islam yakni dakwah Islam dan Amar Ma'ruf nahi Munkar yang ditujukan
kepada dua bidang: perseorangan dan masyarakat
.
Kepribadian Muhammadiyah adalah bertujuan untuk
membentuk umat islam Indonesia yang lebih baik yang sesuai dengan tuntunan Al-
Qur’an dan Sunnah rasulullah. "Berpegang teguh akan ajaran Allah dan
Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan
cara serta menempuh jalan yang diridlai Allah", hal ini sebagai pedoman
amal usaha masyarakat muhammadiyah.
Sifat-sifat kepribadian muhammadiyah, antara lain:
Sifat-sifat kepribadian muhammadiyah, antara lain:
1.
"Beramal dan Berjuang Untuk Perdamaian
dan Kesejahteraan".
2.
"Memperbanyak Kawan dari Mengamalkan
Ukhuwah lslamiyah".
3.
"Lapang Dada, Luas Pandang dan
Dengan Memegang Teguh Ajaran Islam".
4.
"Bersifat Keagamaan Dan
Kemasyarakatan".
5.
"Mengindahkan, segala Hukum,
Undang-undang Serta dan Falsafah Negara Yang Sah".
6.
"Amar Maruf Nahi Munkar Dalam
Segala Lapangan Serta Menjadi Contoh
Teladan Yang Baik".
Teladan Yang Baik".
7.
"Aktif Dalam Perkembangan
Masyarakat Dengan Maksud !slab dan Pembangunan Sesuai Dengan Ajaran Islam".
8.
"Kerjasama Dengan Golongan Lain
Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela
Kepentingannya".
9.
"Membantu Pemerintah Serta Kerjasama
Dengan Golongan Lain Dalam Memelihara Negara dan Membangunnya, Untuk Mencapai
Masyarakat Yang Adil dan Makmur Yang Diridhai".
10. "Bersifat
Adil Serta Korektif Ke Dalam dan Keluar, Dengan Bijaksana".
DAFTAR PUSTAKA
http://taufiqnugroho.blogspot.com/2009/02/kepribadian-
muhammadiyah.htmlhttp://hbis.wordpress.com/2010/01/04/kepribadian muhammadiyah/
http://www.scribd.com/doc/28428548/Makalah-Konsep-Agama-Islam
http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/sifat-kepribadian-muhammadiyah.html
muhammadiyah.htmlhttp://hbis.wordpress.com/2010/01/04/kepribadian muhammadiyah/
http://www.scribd.com/doc/28428548/Makalah-Konsep-Agama-Islam
http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/sifat-kepribadian-muhammadiyah.html
Tags:
islamic
